Yang Berbeda

Lalu, aku diam termangu. Memandang jauh kedalam memori masa lalu yang dapat dikatakan adalah sebuah memori bahagia yang menyesakkan. Seketika, otakku mengingat kembali peristiwa menyakitkan itu. Ku akui sulit memang, mengambil keputusan semacam ini. Namun, apalah yang dapat kuperbuat? Bukan aku yang menginginkan semua ini terjadi. Hatiku yang menghendakinya. Hatiku yang salah, bukan aku. Aku hanyalah korban dari semua perasaan yang bergejolak dalam diriku yang entah datangnya darimana. Kalau orang jaman dahulu sudah bilang ini adalah sebuah "masalah hidup dan mati".
Aku tahu didalam lubuk hatiku terdalam, aku tak ingin mengecewakannya lagi. Namun itulah yang terjadi. Yang sama, menyakitkan dan yang berbeda, membahagiakan. Andai saja semua ini dapat kuatur sendiri seperti apa yang kuinginkan. Apalah arti sebuah perjuangan kalau memang semua hal di dunia ini dapat diatur sesuai dengan apa yang mereka inginkan?
Saat dia yang lain, yang berbeda datang, kuakui kepawaiannya. Seseorang yang sangat amat berwibawa, berprinsipal, mengintimidasi, namun disaat yang bersamaan penuh kasih sayang, penuh pengertian, perhatian, seorang yang mampu memimpin, dewasa, ah. Sudah tak sanggup ku deskripsikan tentangnya. Matanya yang indah, yang menenangkan hati.
Aku tahu semua ini hanya akan menjadi sebuah pembicaraanku sendiri. Rasanya sangat amat tidak mungkin kalau aku dapat meraihnya. Dari segi kepribadian dia, sudah rasanya aku tak pantas dengannya, apalagi satu segi yang kita berbeda.
Labels:
edit

About Me

My photo
By the girl who doesn't have the talent at all.