Berteman dengan Kekecewaan

Terkadang suka bingung. Kita, sebagai manusia, apa salah untuk berharap? Berharap akan suatu hal yang (mungkin) akan membuat hidup lebih berwarna, lebih bermakna. Karena, permasalahan yang selalu dihadapi ketika bertemu dengan kata-kata 'harapan' adalah pertemuan yang diakhiri oleh 'penyesalan' bukannya malah 'kebahagiaan' ataupun 'kesenangan'. Begini maksudnya, ekspektasi awal kita membangun sebuah harapan adalah untuk mendapatkan sebuah kebahagiaan ataupun kesenangan. Bukankah begitu fungsi dari 'harapan' itu sendiri? Correct me if I'm wrong.

Lalu, seiring berjalannya waktu dengan berorientasi ekspektasi yang awal kita pegang, perlahan-lahan harapan itu sepertinya hilang, kandas, dimakan oleh waktu. Entah dimakan oleh waktu, ruang, orang, perasaan, dan yang lainnya. Sampai akhirnya, harapan itu menjadi sebuah realita yan menyakitkan, yang tidak enak untuk diingat, atau bahkan gak sedikit dari kita yang malahan menjadi benci dengan kata-kata 'harapan' itu. Harapan yang awalnya kita impikan indah, menjadi sebuah kekecewaan yang menyesakkan hati dan pikiran.

Kenapa 'harapan' sangat berhubungan erat dengan 'kekecewaan'? Memang, tidak setiap harapan yang kita punya berubah menjadi sebuah kekecewaan. Tapi tidak menutup juga kenyataan bahwa harapan itu lebih sering membuat kita menjadi kecewa. Entah harus kecewa terhadap diri sendiri, karena terlalu tinggi berharap ataupun kecewa terhadap orang atau hal lain yang telah memberikan harapan itu.

Sebagai manusia, gak mungkin kita gak pernah berharap akan suatu hal. Lantas, kita sudah seharusnya berjuang agar harapan itu tidak kandas tertelan oleh hal-hal yang bisa menghilangkan harapan. Karena, menurutku, harapan dan impian tidak jauh beda. Mereka akan hilang ditelan oleh waktu apabila kita sendiri tidak memperjuangkan harapan dan impian itu. Tapi, kayaknya, kebanyakan dari kita gak menganggap harapan dan impian itu sama. So, saat harapan itu kandas, kesedihan menghantam hati kita.


"Kamu tau gak penyebab utama kita kecewa terus sedih?
Sebenernya itu cuma karena kitanya aja yang terlalu berharap."
Labels:
edit

About Me

My photo
By the girl who doesn't have the talent at all.